Pintu-Pintu Rezeki
Jangan Pernah Mengira Rezeki Itu Hanya yang Berbentuk
Material semata.
Namun Rezeki Juga ada yang Berbentuk Non Material. Umur
Panjang Itu Rezeki, Kesehatan, Jabatan, Bahkan Hidup Ini Juga Adalah Rezeki
dari Allah swt.
“Muhaji Said Al-Muhajirin”
Jika kita berbicara tentang rezeki, tentunya
yang kita bayangkan adalah uang, mobil, rumah, dan harta yang melimpah. Akan tetapi
ketahuilah rezeki bukan hanya sebatas itu
saja. Jangan kita kira rezeki itu hanya yang berbentuk material semata.
Namun rezeki juga ada yang berbentuk non material. Umur panjang itu rezeki,
kesehatan, jabatan, bahkan hidup ini juga adalah rezeki. Sehingga pantaslah
jika Allah swt menyindir kita dengan firmannya “Maka nikmat tuhanmu yang
manakah yang engkau dustakan? Rezeki Allah itu tanpa spasi untuk kita.
Tapi terkadang
diantara kita dalam mencari rezeki kita pusing tujuh keliling, kita tidak tau
jalannya, padahal Allah swt sudah memberikan jalannya yakni melalui sarana
pendekatan diri kepadanya yakni melalui jalur ibadah. Kalau ibadah kita benar
tentunya Allah swt akan memudahkan jalan rezeki kita, tapi sebaliknya kalau
ibadah kita buruk, jelek, kurang diperhatikan, maka tentunya Allah juga akan
mempersulit jalan rezeki kita.
Olehnya itu dalam
tema ini penulis ingin berbagi tentang jala-jalan yang harus kita tempuh dalam
mencari rezeki, agar rezeki kita menjadi lancar dan berkah :
1.
Istigfar dan Tobat.
Kita sulit
mendapatkan rezeki itu sebenarnya karena dosa yang kita lakukan, karena kesalahan
yang sering kita perbuat. Entah itu dosa dan kesalahan terhadap Allah swt,
ataupun terhadap sesama manusia. Baik itu dosa yang kecil maupun yang besar.
Semuanya memiliki efek bagi kehidupan kita. Nah dengan kita istigfar dan
bertobat kepada Allah swt, maka Allah swt akan membuka jalan rezeki bagi kita.
Ibnu katsir berkata
Barang siapa yang
menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istiqfar. Maka Allah
swt akan memudahkan jalan rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan
jiwa dan raganya. Maka apalagi yang engkau tunggu?. Dalam Alquran Allah swt
berfirman
àMù=à)sù (#rãÏÿøótFó™$# öNä3/u‘ ¼çm¯RÎ) šc%x. #Y‘$¤ÿxî ÇÊÉÈ È@Å™öムuä!$yJ¡¡9$# /ä3ø‹n=tæ #Y‘#u‘ô‰ÏiB ÇÊÊÈ
Terjemahnya
Maka aku
katakan kepada mereka mohonlah ampun kepada tuhanmu. Seungguhnya dia adalah maha pengampun.
Niscaya dia akan menurunkan hujan kepadamu, dan membanyakkan harta dan
anak-anakmu, serta kebun-kebun dan sungai-sungai (Q.s.
Nuh : 10-11 )
Akan tetapi ketahuilah bertobat itu ada syaratnya yang pertama kita mohon ampun kepada Allah
swt, lalu yang kedua adalah kita menyesali perbuatan-perbuatan maksiat yang
pernah kita lakukan, dan yang ketiga adalah kita bertekad dan berniat dengan
tulus agar supaya tidak mengulanginya lagi, serta kita menggantinya dengan amal-amal
kebaikan dan kebajikan. Namun jika dosa dan perbuatan buruk itu terkait dengan sesama
manusia. Maka kita harus meminta maaf kepadanya.
2. Tunaikan shalat
Shalat adalah pintunya rezeki. Jangan berharap
rezeki kita akan dimudahkan oleh Allah swt jika shalat sering kita tinggalkan, kalau
shalat kita sering bolong-bolong, shubuh dikerjain tapi dzuhur kagak, ashar
dikerjain tapi magrib kagak. Maka jangan harap rezeki kita akan lancar-lancar kalau
shalat kita sering dilalaikan. Allah tidak akan mungkin melancarkan rezekinya
untuk kita jika perintahnya kita abaikan. Sekiranya diberikan maka rezeki itu
hanya akan sebagai fitnah dan malapetaka. Karena tidak memiliki keberkahan.
Bukankah orang yang meninggalkan shalat sama
dengan orang yang menjatuhkan agamanya? Sama dengan orang yang merusak
agamanya? Artinya ketika seorang muslim sudah mulai meninggalkan shalat apalagi
sampai niat tidak akan melakukannya. Maka sungguh ia telah meruntuhkan agamanya
sendiri. Bahkan orang yang meninggalkan shalat pada hakekatnya ia telah
melakukan kemaksiatan terbesar dalam hidupnya. Karena ketahuilah Tiada
kemaksiatan terbesar dalam hidup ini setelah syirik kepada Allah swt melainkan
meninggalkan shalat.
Suatu saat nanti ibadah shalat inilah yang
pertama kali akan dihisab oleh Allah swt. Jika shalat kita baik maka akan baik
amalan yang lainnya. Namun jika shalat kita buruk maka yang lainnya akan ikut
buruk juga. Yuk koreksi diri kita amsing-masing. Jika sampai saat ini rezeki
kita masih saja sulit. Hidup kita masih susah. Maka periksalah shalat kita.
Apakah sudah baik atau sebaliknya? Sesibuk apapun jangan pernah meninggalkan
shalat. Ibadah shalat adalah ibadah penentu kehidupan seorang hamba, baik di
dunia maupun di akherat
3. Gemar bersedekah
Sedekah adalah pintu rezeki, dengan
memperbanyak bersedekah dijalan Allah swt, maka akan semakin banyak pula peluang-peluang
rezeki yang akan dibukakan kepada kita. Jangan mengira jika dengan mengeluarkan
harta yang kita miliki lantas menjadikan harta kita berkurang. Tidak. Matematika
sedekah tidak akan sama dengan matematika materialisme. Matematika sedekah akan membuat harta kita bertambah sedangkan
matematika materialisme membuat harta kita berkurang
Bahkan pada hakekatnya harta kita yang
sesungguhnya adalah yang di belanjakan di jalan Allah swt. Harta yang
disedekahkan dan diinfakkan itulah harta yang akan kita bawa mati hingga ke
akherat. Bukan harta yang kita hambur-hamburkan untuk berfoya-foya ketiak hidup
di dunia. Jangan takut untuk bersedekah. Semakin banyak kita memberi maka akan
semakin banyak kita menerima
Bahkan Saydina Ali Bin Abi Thalib pernah
berpesan kepada kita semua, beliau mengatakan “Pancinglah rezeki anda dengan
bersedekah” artinya jika kita merasa kesulitan mendapatkan rezeki maka silahkan
bersedekah. Karena sejarah mencatat tidak akan pernah miskin orang yang suka
bersedekah. Semakin banyak harta yang disedekahkan maka akan semakin banyak
pula harta yang akan kita terima. Sedekah itu mengayakan demikian ujar Ipho
Santosa (pakar otak kanan).
4.
Tinggalkan Maksiat
Maksiat adalah penghalang rezeki. Harta akan
sulit kita dapatkan, ilmu akan sulit kita seraf bahkan hidup akan terasa
gelisah. itu semua disebabkan atas dosa maksiat yang kita lakukan. Allah swt tidak
akan mungkin memberikan rezeki kepada hambanya yang suka bermaksiat kepadanya
justru Allah akan memberikan azab yang sangat pedih kepada pelaku maksiat dan
akan dipersulit dalam hidupnya di dunia dan akherat
Rasulullah saw pernah mengingatkan “Wahai sekalian orang-orang Islam, takutlah kalian dari
melakukan zina. Sungguh padanya enam ancaman; tiga di dunia dan tiga di akhirat. Yang di
dunia adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang
berkepanjangan (susah dapat apa yang kita inginkan). Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah swt, buruknya hisab,
dan adzab neraka.
Orang yang melakukan maksiat ternyata bukan hanya didunia Allah swt akan beri
hukuman akan tetapi ia juga akan dapatkan sampai di akherat. Manusia yang suka
melakukan maksiat pasti hatinya akan gelisah, jiwanya tidak tenang, pikiran akan
ngawur. Karena memang akibat-akibat dari dosa yang kita lakukan, kesalahan
kesalahan yang kita perbuat akan membuat hati ini menjadi tidak tenang.
Rasulullah saw pernah bersabda “Kebaikan yang kita lakukan akan membuat hati
menjadi tenang, dan kejahatan atau kesalahan yang kita lakukan akan membuat
hati menjadi gelisah”.
Manalagi orang yang melakukan maksiat, akan ditimpakan dengan hal-hal yang
buruk dalam hidupnya. Ibnu Abbas pernah mengatakan maksiat itu akan menyebabkan
wajah jadi hitam, hati jadi suram, kubur jadi gelap, badan jadi lemah, rezeki
jadi sempit, dan kita akan dijauhi alias dibenci oleh orang lain, sedangkan
kebaikan dan amal sholeh itu akan menyebabkan wajah jadi bercahaya, hati
menjadi bersinar, kelapangan rezeki, badan semakin kuat, dan disenangi oleh
banyak manusia.
5.
Jaga Silaturrahmi
Menjaga silaturrahmi itu perlu dan penting. Ia
adalah kunci dari sekian banyak pintu rezeki. Bagaimana mungkin rezeki kita
lancar jika kita saling berantem, ngambek, dan lain sebagainya. Padahal
terkadang hal-hal semacam itu timbul karena persoalan yang sepele. Gara-gara
pacar lah, gara-gara salah ucap lah, bahkan biasanya Cuma lantaran calek, beda
dukungan kita saling membenci. Lalu bagaimana mungkin rezeki kita akan lancar?
Allah swt tidak
akan mungkin memberikan
petunjuknya kepada kita. Tidak akan mungkin memberikan solusi dalam hidup kita. Jika kita saling membenci antara satu sama lain. Islam
mengajarkan agar kita saling akur, saling bantu-membantu, saling tolong
menolong bukan sebaliknya. Kita malah
saling dendem-mendendam ataupun saling benci-membenci antara satu dengan yang lainnya. Kita adalah bersaudara, maka sudah sepantasnya jangan ada saling
dendam mendendam. Karena itu hanya akan mendatangkan kemalangan dalam hidup
kita.
Allah swt berfirman:
(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $Yè‹ÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs? 4
ÇÊÉÌÈ
Terjemahnya
Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali agama
Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai (Q.s. Ali-Imran 103)
Dengan kita menyambung silaturrahmi
Insya Allah rezeki kita akan dimudahkan oleh sang maha pemberi rezeki. Rasulullah
saw pernah mengisaratkan
dalam sebuah sabdanya “Siapa-siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dimudahkan
rezekinya, maka bersilaturrahmilah”(HR.Muslim). Muslim yang baik adalah muslim yang tangan
dan lisannya aman dari orang lain. Kehadirannya membahagiakan dan ketiadaannya
dirindukan. Maka dengan sikap ini semua tentunya kita akan menajdi pribadi yang
dicintai oleh Allah swt dan manusia sehingga rezekipun akan semakin terbuka
jalannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar