Kamis, 10 Maret 2016

Shalat, adalah Bukti Cinta Allah Kepada Hambanya

Shalat, Bukti Cinta Allah Kepada Hambanya

Dalam sehari Allah swt Memanggil Kita Lima Kali.
Ia Undang Hambanya Untuk Datang ke Rumahnya. Ia Ingin Berjumpa. Ingin Berbicara Bahkan Sangat Ingin Mendengar Keluh Kesah Dari Kita
“Muhaji Said Al-Muhajirin”


Mungkin sebagian manusia menganggap shalat sebagai sebuah kewajiban. Kewajiban yang hampir menjadi sebuah beban hidup. Padahal tidak seperti itu. Shalat adalah bukti bahwa Allah swt sangat mencintai hambanya. Shalat adalah bukti ia ingin selalu berjumpa dengan kita. Bukan main betapa rindunya Allah swt dengan kita.

Kenapa Sih Harus Pacaran?

Saya teringat sekali, ketika saya masih berpacaran dulu, susah senang kita lalui bersama, 6 tahun saya rajut dan mempertahankan cinta kami, dan akhirnya hancur Cuma dengan satu kata. Malam itu saya bersama kawan-kawan bertiga pergi memancing dipelabuhan yang ada dikota Palopo, tepatnya malam kamis, sambil iseng-iseng saya mengambil HP yang ada dalam kantong celana, lalu menulis sms kepada dia, sms itu berbunyi “Bismillah.. Dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati kakak, sekiranya nanti dinda sudah tidak sanggup menunggu dalam penantian yang panjang, kakak ridha dan ikhlas kalo Dinda mencari yang lain, karena ikatan kita bukanlah ikatan pernikahan, dan kalo’ sekarang dinda mencintai yang lain, kakak juga ridha, karena yang terpenting dinda bahagia akupun bahagia.

Rabu, 09 Maret 2016

Jangan Takut Nikah

Udah, Nikahin Aja.

Jangan Takut Nikah.

Mencari Jodoh Memang Bukan Tujuan Utama Kehidupan,
Akan Tetapi Itu Merupakan Rukun Kehidupan yang Sebaiknya Dipenuhi Untuk Melengkapi Separuh Agama
“Muhaji Said Al-Muhajirin”

Kalau nikah sih aku masih takut, nanti anaknya orang mau dikasi makan apa? Mendingan kita jalanin aja dulu. Aku juga masih sekolah, masih kulyah belum punya pekerjaan tetap, masih pengen berkarir, masih pengen bahagiakan orang tua. Bahkan ada sebagian di antara kita beralasan dengan alasan yang tidak rasionil.
Namun apa boleh buat, inilah alasan-alasan para lelaki ataupun perempuan yang belum berani untuk menikah, Ya saya yakin demikian. Tapi kok pacaran berani, gimana ceritanya tu? Kalau kita beralasan karena enggak punya harta, kagak punya duit, bukankah Allah swt, sendiri yang sudah berjanji akan menjamin rezeki bagi orang yang mau menikah karena ia takut untuk melakukan hal-hal negatif terhadap orang yang dicintainya.

Usaha Jadi Ibadah dan Ibadah Jadi Usaha

Usaha Jadi Ibadah dan Ibadah Jadi Usaha
Jika Seseorang Sudah Terlalu Akrab dengan Kemaksiatan
Maka Tidak Akan Ada Gunanya Lagi Nasehat ataupun Peringatan
Sebab Hatinya Sudah Menjadi Hitam Pekat Karena Dosa.
“Muhaji Said Al-Muhajirin”


Selama ini, banyak diantara kita memisahkan antara usaha dan ibadah, seakan-akan keduanya adalah hal yang berlawanan. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Justru keduanya itu adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Karena di dalam keduanya itu terdapat suatu koin keberuntungan. Artinya di dalam usaha terdapat ibadah, demikian pula sebaliknya, di dalam ibadah juga terdapat ihktiar atau usaha. dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa usaha itu adalah ibadah, dan ibadah itu adalah usaha atau ihktiar

Pacara + Motivasi

Pacaran + Motivasi

Kadang Peristiwa Besar Bermula dari Hal-Hal Kecil
Permulaannya Memandang, Lalu Tersenyum, Kemudian Menyapa, Lalu Mengobrol, Lantas Janjian, Kemudian Berkencan, dan Akhirnya Berzina
“Muhaji Said Al-Muhajirin”


Terkadang inilah yang menjadi alasan kebanyakan para pelajar. Entah itu anak SMA ataupun seorang MAHASISWA. Ia beranggapan bahwa pacaran bikin mereka semangat, pacaran supaya ada jadi motivasi, ada yang nyemangatin. Tapi ini juga alasannya kurang tepat. Bukankah semangat yang paling utama itu karena Allah swt, bukan karena pacar.

Yuk Nikahin Aja

Udah, Nikahin Aja.

Yuk Nikahin Aja

Sebuah Pernikahan Adalah Ibadah yang Menentramkan Diri Dari Segala Kegundahan Hati yang Melanda Setiap Insan. Saat Tidur Sudah Tak Bisa Nyenyak. Saat Hati Mulai Gelisah. Saat Masa Depan Mulai Terpikirkan. Maka Sudah Saatnya Anda Mengucapkan Janji Suci didepan Penghulu.
“Muhaji Said Al-Muhajirin”

Ngomong doang. Katanya cinta, katanya sayang. Tapi kok cuma berani ngajak pacaran. Buktiin dong. Kalau memang cinta Ya nikahin aja, kalau memang sayang Ya lamar, belum berani Ya putusin aja, karena orang yang pacaran sudah tentu melakukan pelanggaran. Semakin lama berpacaran, maka semakin lama berbuat dosa. Udah Halilin aja.

Selasa, 27 Januari 2015

"ibadah pengantar hidup menjadi berkah"



Semua pasti ada hikmahnya.

“Tidak Ada Cobaan Yang Menghancurkan Kepala dan Tidak Ada Cobaan Yang Menyesakkan Dada, Sesungguhnya Allah Mengetahui Kapasitas Iman Seorang Hamba Maka Semakin Tinggi Pohon Menjulang Maka Semakin Keras Angin Menerpa, Semakin Tinggi Iman Seorang Hamba Maka Akan Semakin Tinggi Cobaan Yang dihadapinya”
“Muhaji Said al-Muhajirin”

Sahabat-sahabatku yang budiman.

Perlu diketahui bahwa setiap ujian dan cobaan yang kita lalui serta yang kita alami selama ini pastinya memiliki hikmah dibalik semuanya, entah itu ujian dan cobaan yang kecil maupun yang besar. Baik yang berupa kebahagian dan kesengsaraan hidup, musibah maupun kesenangan, kekayaan maupun kemiskinan, bahkan hidup dan mati juga adalah cobaan dan ujian. Allah swt berfirman: